KEARIFAN LOKAL SEBAGAI BASIS KARAKTER BANGSA


KEARIFAN LOKAL SEBAGAI BASIS KARAKTER BANGSA

Oleh: Prof DR Zoer'aini Djamal Irwan


 
Kearifan lokal merupakan:
     Nilai luhur, norma, tradisi dan budaya yang berlaku dalam menata dan mengatur tatanan kehidupan masyarakat setempat. Dalam rangka mencapai kemajuan komunitas seperti:  penciptaan kedamaian, peningkatan kesejahteraan masyarakat yang meliputi pengetahuan, keterampilan, kecerdasan, sumber daya, proses sosial, norma-etika, dan adat-istiadat setempat. Nilai dan norma yang diyakini kebenarannya menjadi acuan dalam bertingkah laku sehari-hari masyarakat setempat. 
     Kearifan lokal merupakan entitas yang sangat menentukan harkat dan martabat manusiadalam komunitasnya, ini berarti kearifan lokal yang di dalamnya berisi nilai dan norma budaya untuk kedamaian dan kesejahteraan dapat digunakan sebagai dasar dalam pembangunan masyarakat  Beradaptasi dengan lingkungan, perilaku ini akan berkembang menjadi suatu budaya di suatu daerah dan akan berkembang secara turun-temurun. Secara umum, budaya lokal adalah budaya dari daerah  yang berkembang pada setiap, suku-suku bangsa yang ada di Indonesia.
     Bila setiap orang memahami, menghayati dan mengamalkan kearifan lokal, tentu setiap individu bahkan sebagai bangsa akan berdampak positif yang sesuai dengan karakter bangsa.  Oleh karena itu kearifan lokal dapat menjadi sebagai basis karakter bangsa. Namun sejauh mana setiap orang termasuk pemerintah memahami, menghayati dan mengamalkan kearifan lokalDalam pembangunan kemajuan teknologi kearifan lokal SERING TERLUPAKAN, bahkan budaya lokal dianggap sesuatu yang sudah ketinggalan. Apalagi kalau dipelajari berpuluh tahun, pemerintah  menganut sentralisasi dalam segala hal, sudah menimbulkan berbagai masalah.
Kenyataannya sekarang
      Dalam kenyataannya sekarang, implementasi kearifan lokal itu semakin menurun, bangsa Indonesia sekarang dalam kondisi krisis kepemimpinan, sulit ditemukan pemimpin,mengambil keputusan yang arif dalam berfikir dan bijaksana dalam melaksanakan tugasnya dalam suatu komunitas. Bahkan, pemimpin dan pengambil keputusan sama sekali tidak paham/mengetahui manfaat kearifan lokal dalam pembangunan. Kenyataan ketidaknyambungan dalam berbagai program pembangunan yang terjadi di Indonesia dianggap karena kearifan lokal tidak berjalan atau tidak diperhitungkan.
     Program pembangunan yang dirancang selama ini tidak menjawab masalah-masalah yang dirasakan masyarakat secara langsung. Oleh karena itu, kajian, revitalisasi, dan implementasi kearifan lokal sangat perlu dilakukan agar terbentuk manusia yang arif dan bijaksana, dan pemimpin yang bisa menjadi petunjuk arah bagi program pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.
     Keberhasilan seseorang atau bangsa sangat tergantung kepada karakter manusianya yang mengamalkan kearifan lokal. Maka dalam hal ini urgensinya kajian tradisi budaya untuk mendapatkan kearifan lokal sebagai warisan leluhur kita. Karakter bangsa yang berasal dari kearifan lokal sebagai nilai leluhur bangsa diharapkan menjadi karakter yang berbasis kesejahteraan dan kedamaian, meliputi yang pekerja keras, disiplin, senang belajar, hidup sehat, cinta budaya, gotong royong, tidak bias gender, peduli lingkungan, sedangkan karakter yang cinta kedamaian meliputi sikap yang berkomitmen, berpikir positif, sopan santun, jujur, setiakawan sosial, suka bersyukur, dan hidup rukun.(bersambung)


    








 

Comments